PAMERAN SENI RUPA  ‘ARS TROPIKA’: CITA RASA TROPIS DI TENGAH PARU-PARU INDONESIA
Stefan Buana bersama seniman Palangka Raya

PAMERAN SENI RUPA ‘ARS TROPIKA’: CITA RASA TROPIS DI TENGAH PARU-PARU INDONESIA

Pengunjung Pameran ''Ars Tropika''
“Pameran ini pada prinsipnya ingin menggulirkan pembacaan bersama atas wacana naturalisme/orientalisme/eksotisme yang berangkat dari alam tropis, bagaimana hal itu dipikirkan, dihayati dan dimaknai oleh perupa peserta pameran ini? Kurang lebih itulah persoalan/pertanyaan kurasi pameran ini yang sekirannya dapat direspons oleh peserta terpilih pameran ‘ARSTROPIKA’.”
Sujud Dartanto
Kurator Pameran

Palangka Raya – Pameran Ars Tropika yang dihela di Taman Budaya Palangka Raya merupakan bagian dari acara  Perhelatan Temu Karya Taman Budaya  (TKTB) se-Indonesia ke-17. Acara yang mulai digelar pada tanggal 12 September itu melibatkan 45 karya seniman -seniman dari Kalimantan Tengah maupun berbagai kota di Indonesia. Menariknya pameran ini juga memajang karya koleksi Galeri Nasional Indonesia, karya Abbas Alibasyah, I Nyoman Kinigan, I Wayan Pengsong, Raden Saleh, Suhadi, dan Widayat. Karya para maestro seni rupa Indonesia itu dipamerkan bersama dengan para seniman, termasuk salah satu seniman undangan dari Yogyakarta, kelahiran Sumatera Barat, Stefan Buana.

Stefan Buana saat ini tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Alumnus Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta itu hadir dalam acara pameran dan menjadi narasumber dalam sebuah diskusi seni rupa bersama dengan Hajriansyah dari Banjarmasin. Kehadiran seniman kelahiran 1971 ini sekaligus sebagai momentum untuk membagikan pengalaman dan ketrampilan melukis kepada para seniman Palangka Raya.

Pameran itu sendiri mengambil tema Ars Tropika untuk mengetengahkan gejala melukis naturalis di Indonesia yang sudah ada sejak masa kolonial. Kurator pameran, Sujud Dartanto yang sekaligus alumnus dan dosen di FSR ISI Yogyakarta mengungkapkan bahwa pameran ini adalah untuk menghadirkan lagi wacana seni tropis yang belakangan ini kurang mendapat perhatian dalam dunia seni rupa. Selain itu acara pameran juga sengaja dihadirkan tepat kawasan paru-paru dunia, Kalimantan Tengah yang dikaruniai sumber daya alam yang indah, beragam, juga faunanya.

Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan kepada Media Center Palangka Raya mengungkapkan bahwa “kegiatan ini, merupakan wujud kerja sama, agar karya seni rupa maupun peradaban yang memiliki nilai tinggi terus dilestarikan”. Kepala Galeri Nasional Indonesia (GNI), Pustanto mengatakan, pameran seni rupa dengan tajuk Ars Tropika, sebagai bentuk peran GNI dalam mendukung acara TKTB, Museum Basoeki Abdullah, dan Galeri Nasional Indonesia tahun 2018 yang diselenggarakan di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng sebagai tuan rumah. Pameran seni rupa ini merupakan hasil kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, UPT. Taman Budaya Provinsi Kalteng, Taman Budaya Jawa Timur, UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Taman Budaya Riau, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng.

Laporan: Donny Paul, Palangka Raya.

Close Menu