KISAH TRAGIS PELUKIS YANG MENGINSPIRASI

KISAH TRAGIS PELUKIS YANG MENGINSPIRASI

Ryani Silaban

Icon Image

Resensi Buku Van Gogh: Sebuah Biografi

Karya R. J. M. Philpott. Penerbit Penerbit Interlude Yogyakarta, 2007.

Bahasa Indonesia. Tebal Buku xxii + 142 hlm.: 14 x 21 cm. ISBN 978 – 979 – 16340 – 0 – 7

Aku melukis demi memberi harapan kepada makhluk-makhluk miskin. Sesungguhnya memang sudah menjadi tugas bagiku untuk menampilkan rona-rona alam yang kaya dan cemerlang. Kita butuh kegembiraan dan keriangan, rasa cinta, dan harapan...”.

Vincent Van Gogh
Pelukis

Vincent Willem Van Gogh lahir  di Groot Zunder, Brabant, Negeri Belanda, pada tanggal 30 Maret 1853. Seniman yang kerap dikenal dengan nama keluarga Van Gogh tersebut merupakan salah seorang figur luar biasa dalam sejarah seni. Sama seperti orang-orang jenius lain pada masa itu, Vincent lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja dan kebanyakan keluarganya memiliki latar belakang sebagai pendeta, termasuk ayahnya.

Pada mulanya, Vincent tak memiliki gambaran ideal dalam dunia berkesenian, yang mengakibatkan ia harus mengerjakan berbagai macam pekerjaan lain demi mencukupi kebutuhan hidupnya, seperti bekerja di toko buku, serta beberapa pekerjaan lain. Namun, berkat perhatian dan kepedulian saudaranya, Theodorus, yang menjadi sahabat dan setia menyokong sebagian biaya hidup Vincent, akhirnya ia mulai menekuni dunia seni dengan lebih giat. Dalam ketidakberdayaannya, Vincent melukis sepanjang waktu, membuat sketsa-sketsa dengan pelbagai jenis media, diantaranya krayon litograf hitam, pena dan kuas, serta berbagai media lainnya. Meski pada waktu itu perjuangannya masih belum cukup untuk menjadikannya sebagai pelukis agung.

Dalam pengembaraannya kemudian, berbagai persoalan kerap hampir meruntuhkan perjuangan Vincent dalam dunia kesenian, salah satunya masalah cinta. Beberapa kali cinta Vincent ditolak, yang membuatnya menjadi seorang pria yang sangat rapuh. Theo, sebagai saudaranya berperan seperti orang tua dan sahabat demi membantu kesulitan Vincent. Ia dengan sabar mendengarkan, memberi nasihat, mendorong, dan terus-menerus mengirim uang bagi Vincent, seseorang yang nyaris tak pernah mencari nafkah hidup bagi dirinya sendiri.

Setelah  mengalami pelbagai penolakan dan kegagalan, justru seni semakin menyengat dan merasuki Vincent. Kegelisahan tersebut sempat membuat Vincent letih dan depresi, akan tetapi akhirnya ia beroleh kepastian tentang apa yang harus ia lakukan di masa depan. Pada akhirnya, Vincent Van Gogh menemukan panggilan jiwanya yang sejati dalam melukis, yaitu dengan  menangkap impresi-impresi yang menghampirinya, dan menggoreskannya ke dalam kanvas dengan teknik yang cepat sebelum impresi itu menghilang. Baru beberapa belas tahun setelah itu ia menggapai puncaknya sebagai seorang seniman agung.

 

Buku ini memuat kronologi kehidupan Vincent Van Gogh yang cukup lengkap dan tertata dengan rapi sesuai urutan kejadiannya. Tata bahasanya menarik untuk dibaca, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Dalam buku ini disertakan pula foto-foto karya lukisan Van Gogh berikut kutipan kata-kata motivasi yang pernah disampaikan sang seniman. Dalam buku biografi ini, secara tidak langsung Van Gogh menjadi inspirasi bagi pembaca, untuk bersungguh-sungguh dengan hidup, memberikan yang terbaik bagi sesama, dan tidak terlena menjadi “sekedar manusia”.

Secara teknis kekurangan buku ini yang saya dapatkan adalah persoalan hasil cetakan gambar. Gambar yang disertakan dalam buku ini beberapa sudah cukup menarik, tapi ada beberapa gambar yang tidak terlihat jelas dan warnanya kurang menarik. Meskipun sudah tampak sempurna secara keseluruhan, pemakaian kertas hvs berwarna putih dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi pembaca ketika membaca buku biografi ini karena kadar kekontrasannya yang tinggi. Tetapi secara umum, kekurangan hasil cetakan tersebut tidak mengurangi daya pikat membaca buku ini

Kehidupan Vincent Van Gogh terbilang tragis. Menjalani hidup dengan kesepian dan penuh penolakan, namun meninggalkan karya seni yang luar biasa bagi dunia. Di sinilah buku ini dapat menjadi inspirasi bagi pembacanya, sebuah buku yang layak dibaca bukan saja oleh kalangan seniman dan mahasiswa seni, tetapi juga umum. Karena pembaca selain diajak untuk mengikuti perjalanan hidup Vincent Van Gogh yang runtut dan jelas, juga mendapat inspirasi dan motivasi dari tulisan-tulisan yang pernah dibuat Vincent lewat surat-suratnya. Seperti salah satu kutipan yang dimiliki Van Gogh dalam buku ini, “Aku melukis demi memberi harapan kepada makhluk-makhluk miskin. Sesungguhnya memang sudah menjadi tugas bagiku untuk menampilkan rona-rona alam yang kaya dan cemerlang. Kita butuh kegembiraan dan keriangan, rasa cinta, dan harapan…”. Untuk para seniman dan mahasiswa seni yang sedang menggeluti dunia seni rupa khususnya seni lukis, buku ini sangat penting untuk menginspirasi bagaimana menjalani dunia seni yang penuh dengan berbagai macam problema, kerja keras, serta kesabaran.

Icon Image

Ryani Silaban

Mahasiswa Jurusan

Seni Murni

angkatan 2015

Close Menu