GAYA DANDAN MAHASISWA SENI RUPA

GAYA DANDAN MAHASISWA SENI RUPA

Dari tahun ke tahun, ada saja mahasiswa macam gini. Rambut gondrong, kacamata hitam, dan lengan penuh tatto. Tapi ini masih mending, nampaknya agak bersih, dan terawat. Belasan tahun silam, gaya awut-awutan, jarang mandi menjadi pemandangan biasa di kampus seni rupa ISI Jogja. Tapi ya gak semua. Enaknya di kampus seni rupa ISI Jogja, kalian gak masalah tampil beda, karena yang jauh lebih aneh banyak beredar di sana. Ada yang ke mana-mana pakai sarung, ada yang memecahkan rekor dari semester satu hingga sebelum ujian TA kukuh mengenakan celana pendek, walau harus jago kucing-kucingan karena di kuliah teori celana model gitu haram masuk kelas. Mau milih pakai gaya apa aja gak ada yang komplain. Bahkan kalau kamu lebih suka tampil trendi, pun pasti dapat tempat, atau minimal dibiarin sama teman-temanmu. Kalau dibilang inklusif, ya mungkin gini pengejawantahannya dalam gaya busana di kampus seni rupa ISI.

Mau beda macam apa pun, ra masalah.

Itu salah satu enaknya di kampus ini. Kalau kamu merasa aneh di tengah komunitasmu sekarang, jangan kawatir, masuk aja ke kampus ini. Keisitmewaan dari keanehanmu sirna karena temanmu ternyata banyak. Kamu tidak sendirian.

Tapi uniknya ada aja gaya gaya tipikal. Kayak masnya yang di foto itu. Model ginian, kayaknya nyaris bisa ditemui di setiap angkatan. Cuma mungkin beda-beda dikit level kegantengannya. Ada pula yang model gimbal. Udah rambutnya sama, muka pun kadang-kadang nyaris sama. Tapi bisa jadi karena efek gaya rambut sih, muka jadi semua mirip-mirip mbah Marley.

Efeknya enak sih, jadi kesan santainya dapet. Apalagi kuliah di sini, kamu bisa pula konsultasi TA di kantin bareng Pak Dosen. Itu kalau pas dapet pembimbing yang emang nongkrongnya di situ. Tapi rata-rata asyik sih. Sembari ngopi dan berbagi tembakau. Dijamin ide-ide mengalir lancar bagai selokan mataram.

Close Menu