BERSEBELAHAN, PROJEK SENI RUANG TERBUKA

BERSEBELAHAN, PROJEK SENI RUANG TERBUKA

B
ER
SEBE
LAHAN    

Bersebelahan adalah sebuah projek seni rupa kolaborasi antara seniman dan para mahasiswa FSR ISI Yogyakarta yang menggunakan lingkungan ruang terbuka kampus. Lima kelompok seni berkolaborasi dengan mahasiswa selama kurang lebih dua bulan, untuk merancang dan memajang karya-karya di sekitar halaman Ajiyasa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Selain sebagai tema, pengalaman bagaimana hidup berdampingan itu terjadi sejak dalam proses berkarya, yaitu antara seniman, mahasiswa, serta berbagai pihak dalam kampus.
Pemajangan dilakukan di sekitar halaman gedung Ajiyasa FSR ISI Yogyakarta, sebagai upaya memposisikan karya seni rupa sebagai bagian dari lingkungan terbuka kampus. Karya-karya yang dibuat dapat diakses secara terbuka oleh penghuni kampus maupun pengunjung umum.

Sanggar Dewata Indonesia Yogyakarta
adalah komunitas perupa yang berdiri sejak jaman Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia “ASRI”. Didirikan oleh beberapa seniman asal Bali, seperti Made Wianata, Nyoman Gunarsa, Pande Gde Supada, Nyoman Arsana, dan Wayan Sika. Tujuan awalnya adalah untuk mengakomodasi seniman Bali namun kemudian menjadi lebih dinamis dan terbuka sebagai sarana untuk menghubungkan mereka dengan masyarakat seni rupa yang lebih luas.

Api Kata Bukit Menoreh
adalah komunitas perupa Kulon Progo yang didirikan untuk mengakomodasi para anggotanya yang berekspresi menggunakan kata dan rupa. Komunitas ini memilih pertemuan antara sastra dan seni rupa dalam praktik kolektifnya.

Nano Warsono
adalah seorang perupa sekaligus dosen seni rupa di FSR ISI Yogyakarta. Seniman ini berkarya menggunakan banyak media termasuk mural, patung, lukis, dan sebagainya. Nano juga menyusun sebuah buku berjudul ‘Jogja Agropop’ yang mengetengahkan sebuah gejala seni rupa di Yogyakarta yang betaut dengan berbagai aktivitas kebudayaan lain seperti kebudayaan anak muda dan kebudayaan populer.  

Setsu
Setsu lebih banyak membuat karya di jalan. Seniman grafiti ini membuat karakter unik yang ikonik dan ditebar di seantero tembok di kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Kelompok Semut
Kelompok ini beranggotan alumni mahasiswa seni patung. Isu-isu seputar teknik di studio patung, material, dan keruangan selalu menonjol dalam karya mereka, walau produk yang mereka tampilkan melintas dari batasan seni rupa konvensional.

Kurator:
Anusapati, Rain Rosidi, Agus Yulianto, Indro Baskoro Miko Putro, Widyatmoko, Dian Ajeng Kirana.

 

PEMBUKAAN PAMERAN BERSEBELAHAN dan LAUNCHING LOKA ASRI student artstore

Selasa, 5 November 2019
pukul     15.00 – 21.00 wib
lokasi halaman Sasana Ajiyasa, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, jl, Parangtritis KM 6,5 Yogyakarta.

dibuka oleh:
Dr. Dra. Suastiwi, M.Des (Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta)

Menampilkan:
Saraswati Drum Corps
Ikhlas Experience
Gatra
Klentheng
Dela & Akrom
Volution
Anak-anak Bandel
Bimbingan Orangtua X FUCXSIN
Moller and the Dog
Perangko Biru

Host:

Bidang III FSR ISI Yogyakarta
BEM FSR ISI Yogyakarta
HMJ Disain
HMJ Seni Murni
HMJ Kriya
HMJ Tata Kelola Seni
Panitia Pameran

 

Close Menu